Arti dari kalimat di atas adalah banyak dari kita atau anak-anak kita yang berhenti belajar agama ketika lulus SD. Boleh jadi juga ilmu agama kita atau anak-anak kita hanya selevel anak SD padahal mungkin dia sudah kuliah.

Oleh karena itu kita sebagai ummat Nabi Muhammad ﷺ harusnya malu jika tidak mau sisihkan waktu untuk menuntut ilmu syari karena ini salah satu perkara yang kelak Allah Taala tanyakan.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Menuntut ilmu (thalabul ilm’) wajib bagi tiap muslim” (HR Ibnu Majah).

Atau dalam hadits yang lain Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana ia amalkan, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tubuhnya untuk apa digunakannya” (HR Tirmidzi, Ad Darimiy & Abu Ya’la).

Lantas apa solusinya agar pengetahuan kita terus tumbuh?

  1. Carilah komunitas para penuntut ilmu syari.

Rasulullah ﷺ bersabda, Seseorang akan menyerupai agama teman dekatnya (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)

  1. Ikhlaskan hati untuk menuntut ilmu dan rendahkan hati agar ilmu mudah masuk dan dipahami

Rasulullah ﷺ bersabda, Setiap org akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju (HR Bukhari dan Muslim dari Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu)

  1. Duduk di majelis ilmunya para ustadz

Rasulullah ﷺ bersabda, siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).

Imam Asy Syafii berkata bahwa Majelis Ilmu adalah majelis dimana dibacakan alQuran dan hadits-hadits Nabi ﷺ yang didasarkan pemahaman salafush shalih.

  1. Masuklah di grup-grup WA yang rutin membagikan ilmu-ilmu syari seperti Bimbingan Islam, Mutiara Risalah Islam, dan lainnya.
  2. Belilah buku-buku ilmu syari, mulai dari ilmu-ilmu Akidah saja dulu. Beberapa kitab rujukan untuk Ilmu Akidah adalah:

  • Ushulus Tsalatsah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, syarah oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin
  • Jalan golongan yang selamat karangan Syaikh Muhammad Jamil Zainu
  • Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

6. Mengamalkan ilmu yang sudah didapat karena ilmu tanpa amal sia-sia dan ilmu diikat dengan amal sabda Nabi ﷺ

7. Banyak doa sama Allah agar diistiqomahkan di atas Islam dan Iman karena hati ini kata Nabi ﷺ mudah berbolak-balik. Allahu musta’an.

Semoga Allah Jalla Jalaaluh selamatkan kita dari fitnah akhir zaman dengan berpegang teguh pada Sunnah Nabi ﷺ.

Beragama Hanya Sampai SD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *