Re.Connect for Mental Health

Adolescent Mental Health

Re.Connect for Mental Health

Adolescent Mental Health

Masalah kesehatan mental pada remaja adalah salah satu isu penting di dunia kesehatan remaja. Data dari WHO menyatakan bahwa 10-20% remaja mengalami gangguan kesehatan mental dan separuh dari semua gangguan jiwa dimulai pada usia 14 tahun dan 3/4 kasus pada usia 20-an. Sebuah kondisi yang cukup mengkhawatirkan bagi orang tua dan tenaga kesehatan dalam berupaya mencari cara mengatasi stres dan depresi.

Mental health problem is a huge issue in adolescents.WHO data showed that 10-20% of adolescents experienced mental health problems and half of all mental illness starts at 14 years old and 3/4 cases in the mid 20s. Quite an alarming condition for parents and health personnel.

Kondisi hormonal yang tidak stabil ditambah dengan tekanan hidup seperti tuntutan akademik, banyaknya kegiatan, peer pressure, masalah keluarga, bullying, body image, hubungan dengan teman, dll seringkali menyebabkan remaja memiliki gangguan mental seperti stres, depresi, cemas, atau mood disorder.

Hormonal imbalances combined with life stress including academic achievements, peer pressure, family problems, body image, relationships, etc have taken a toll in their daily lives. Thus, many teenagers find themselves stressed, depressed, suffering from anxiety or other mood disorders.

What Mental Health Problems Commonly Occur?

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan mental yang sering muncul pada remaja:

  • depresi
  • membahayakan diri sendiri
  • gangguan cemas
  • stres pasca trauma
  • gangguan pola makan termasuk anorexia dan bulimia

These are some of the mental health problems that can affect children and young people.

  • Depression Teenagers are more likely to experience depression than young children.
  • Self-harm is a very common problem among young people.
  • Generalised anxiety disorder (GAD) can cause young people to become extremely worried.
  • Post-traumatic stress disorder (PTSD) can follow physical or sexual abuse, witnessing something extremely frightening, being the victim of violence or severe bullying.
  • Eating disorders usually start in the teenage years and are more common in girls than boys.

Cara Mengatasi Stres dan Depresi

Cara mengatasi stres dan depresi pada remaja dapat meliputi berkonsultasi pada orang tua, psikolog, psikiater, atau konselor sekolah. Beberapa anak memerlukan terapi lebih seperti pengobatan khusus atau bahkan rawat inap. Namun, pada tahap awal atau setelah mendapatkan terapi intensif, mencari cara untuk relaksasi dan kembali pada ritme kehidupan awal dapat terasa sulit.

Consulting psychologists, psychiatrists, school counselors, and discussing such feelings with parents can be a relief. Some may need further treatment, medications, talk therapy, and even hospitalization. However, in the early stages or after receiving intensive treatment, finding ways to release the tension and getting back to your normal self can be quite hard at times.

The Proposed Solution

TeenHub.ID dan Sekolah Remaja Muslim Utsman ibn Affan sebagai layanan profesional kegiatan remaja bekerja sama menyusun program khusus sebagai cara mengatasi stres dan depresi dengan menggunakan beragam pendekatan.

TeenHub.ID in collaboration with Sekolah Remaja Muslim Utsman Ibn Affan composed a special program as solution for moslem teens using multiple approaches.

TeenHub.ID adalah penyelenggara berbagai kegiatan positif untuk remaja termasuk menyangkut kesehatan reproduksi, lifeskills, self improvement, dan holiday program. Sejak Desember 2017, TeenHub.ID telah mengadakan lebih dari 20 sesi dengan lebih dari 500 peserta remaja di Jakarta.

TeenHub.ID is a teen event organizer with various program including reproductive health, lifeskills, self improvement, and holiday program with over 500 attendees for over 20 sessions since December 2018.

Sekolah Remaja Muslim Utsman ibn Affan, sekolah sunnah remaja yang aktif sejak bulan Juli 2018 dan berkegiatan di 6 center (Tebet, Cilandak, Antasari, Rawamangun, Duren Sawit, Bintaro) dan memiliki 10 kelas belajar dengan jumlah lebih dari 200 peserta didik setiap pekannya. Kajian mingguan mempelajari berbagai topik yaitu tauhid dan akidah, fiqh, siroh nabawiyah, tafsir, tahsin, dan bahasa Arab.

Sekolah Remaja Muslim Utsman ibn Affan is a sunnah school for teenagers which commenced in from July 2018 and now serving more than 200 students weekly in Tebet, Cilandak, Duren Sawit, Rawamangun, Bintaro, and Antasari. The class topics are tauhid and aqidah, fiqh, siroh nabawiyah, tafsir, tahsin, and Arabic.

Meet Re.Connect

Re.Connect adalah sebuah program intensif khusus remaja untuk mendukung kesehatan mental remaja dengan menggunakan berbagai pendekatan.

Re.Connect berupaya menjadi komunitas pendukung bagi remaja sebagai cara mengatasi stres, depresi, cemas, dan gangguan kesehatan mental lainnya.

Re.Connect is an intensive youth support program aiming to improve adolescent mental health.

Re.Connect hopes to become the supportive community teenagers need in effort to alleviate symptoms of mental health problems including stress, anxiety, depression, family problems, mood disorder, or recovering from trauma.

Re.Connect menggunakan pendekatan yang bervariasi dengan dua pilar utama yaitu:

  1. Agama Islam, menguatkan iman dan menjadikan ibadah sebagai kegiatan inti sehari-hari
  2. Olahraga dan gizi, kombinasi untuk mengurangi stres dan tetap bugar

Re.Connect uses different approaches in the sessions which mainly divides into 2 main sessions:

1. Religion, finding iman as life purpose and practice Islam as daily habit

“Using Islamic values and beliefs can be beneficial in treatment of mentally ill Muslims, through incorporation of Islamic beliefs that help in drug adherence and modification of different psychotherapeutic techniques to suit Muslim patients”(Role of Islam in the management of Psychiatric disorders-Indian J Psychiatry. 2013 Jan; 55(Suppl 2): S205–S214).

2. Exercise and nutrition, ways to keep fit and release tension

“Exercise improves mental health by reducing anxiety, depression, and negative mood and by improving self-esteem and cognitive function. Exercise has also been found to alleviate symptoms such as low self-esteem and social withdrawal”(Exercise for Mental Health-Prim Care Companion J Clin Psychiatry. 2006; 8(2): 106).

“The most common nutritional deficiencies seen in patients with mental disorders are of omega–3 fatty acids, B vitamins, minerals, and amino acids that are precursors to neurotransmitters”(Understanding nutrition, depression and mental illnesses-Indian J Psychiatry. 2008 Apr-Jun; 50(2): 77–82)

 

Specially Designed

Program ini didisain khusus sebagai cara mengatasi stres, depresi, cemas dan masalah kesehatan mental lainnya untuk remaja muslim dan disupervisi oleh konselor profesional termasuk dokter, psikiater, dan ahli gizi.

Kami percaya bahwa setiap anak remaja berhak berada dalam kondisi mental yang sehat untuk menjadi generasi penerus yang kuat. Hal ini dapat diwujudkan melalui program yang komprehensif dengan keterlibatan keluarga dan fokus pada Al Quran dan Sunnah Rasullullah.

The program is specially designed for moslem teenagers and is supervised by professional  counselors including medical doctor, psychiatrist, and nutritionist.

We believe that all children deserve being in healthy mental state and efforts to achieve that must include comprehensive therapy with active family involvement and focus on Al Quran and Sunnah.

The Team

 

Program Director:

dr Fiona Esmeralda, MM (founder TeenHub.ID)

 

Supervisors:

Vigo Arland Jusuf, MM, CIBP (founder Sekolah Remaja Muslim Utsman ibn Affan)

dr Martdasanti Dwi Prasetyaningtyas, SpKJ (dokter ahli kesehatan jiwa RSU Adhyaksa)

dr Risky Dwi Rahayu, MSc (food and nutrition specialist SEAMEO RECFON)

For more detailed information on the Re.Connect program, feel free to contact 081377977730 (whatsapp) or email to askfionamd@gmail.com.